Pengaruh Biological Asset Intensity, Ukuran Perusahaan, dan Tingkat Internasionalisasi Terhadap Pengungkapan Aset Biologis

(Pada Perusahaan Agrikultur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017)

  • Lentina Diah Jamilatus Sa’diyah STIE Widya Gama Lumajang
  • Muhaimin Dimyati STIE Widya Gama Lumajang
  • Wahyuning Murniati STIE Widya Gama Lumajang

Abstract

Agricultural companies have assets in the form of animals and living plants that undergo biological transformation in their management activities. These assets in the form of animals and living plants are referred to as biological assets. Disclosure of information on biological assets is very necessary given its contribution in generating profits for the company. PSAK 69: Agriculture that was just passed in December 2015 certainly had an impact on the presentation of the financial statements of agricultural companies in Indonesia. This study analyzes the practice of disclosure of accounting in agriculture to biological assets based on PSAK 69: Agriculture in agricultural companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2013-2017. This study aims to examine several hypotheses related to company-level determinants, namely the biological asset intensity, company size, and the internationalization level on disclosure of the company's biological assets. The selected sample of 45 companies was obtained using purposive sampling technique. Secondary data obtained by the documentation method which was then analyzed using multiple linear regression analysis. The results showed that partially the biological asset intensity and the internationalization level had a significant negative effect on the disclosure of biological assets, while the size of the company had no effect on disclosure of biological assets. Simultaneous testing results show that the biological asset intensity, company size, and internationalization level affect the disclosure of biological assets.

References

Alfiani, L. K. (2019). Pengaruh Biological Asset Intensity, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan, Konsentrasi Kepemilikan Manajerial, dan Jenis KAP Terhadap Pengungkapan Aset Biologis. (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.
Argiles, J. M., & Eric J. S. (2001). New Opportunities for Farm Accounting. The European Accounting Review, 10(2), 361-383.
Bursa Efek Indonesia. Laporan Keuangan dan Tahunan. Diperoleh pada 7 Februari 2019 http://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/laporan-keuangan-dan-tahunan/
Darmawan, D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Duwu, M. I., Sylvia C. D., & Hastutie N. A. (2018). Pengaruh Biological Asset Intensity, Ukuran Perusahaan, Konsentrasi Kepemilikan, Jenis KAP, dan Profitabilitas Terhadap Biological Asset Disclosure. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Daerah, 13(2), 56-57.
Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Lanjutan dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbitan Universitas Diponegoro.
Goncalves, R., & Patricia L. (2014). Financial Determinant of Agricutural Financial Reporting. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 110, 470-481.
Goncalves, R., & Patricia L. (2015). Accounting in Agriculture: Disclosure Practices of Listed Firms. Portuguese Journal of Accounting and Management.
IAI. (2016). Berita pengesahan PSAK 69 dan Amandemen PSAK 16. Diperoleh pada 28 Desember 2018 http://iaiglobal.or.id/V03/berita-kegiatan/detailarsip-889
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), D. S. A. K. (2016). Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: IAI.
Kieso, D. E., Jerry J. W., & Terry D. W. (2018). Akuntansi Keuangan Menengah-Volume 2. Jakarta: Salemba Empat.
Kusumadewi, A. A. (2018). Pengaruh Biological Asset Intensity dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Aset Biologis (Pada Perusahaan Perkebunan yang Terdaftar di BEI Periode 2017). (Skripsi). Universitas Pasundan, Bandung.
Lestari, P. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Internet Financial Reporting (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Daftar Efek Syariah).
Menteri Perdagangan republik Indonesia. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.46/M-DAG/PER/9/2009 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan. Diperoleh pada 26 januari 2019 http://jdih.kemendag.go.id
Pithaloka, R., & Andry I. (2016). Pengaruh Status Perusahaan (Multinasional/Domestik) dan Degree of Internationalization (DOI) Terhadap Firm Performance. Jurnal Ekonomi dan Bisnis.
Pramitasari, R. K. D. (2018). Pengaruh Faktor Firm Level Terhadap Pengungkapan Aset Biologis Pada Perusahaan Perebunan Terdaftar di BEI Tahun 2012-2016. (Skripsi). Universitas Airlangga, Surabaya.
Ula, F., Sochib, S., & Ermawati, E. (2018, August). Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Stuktur Kepemilikan Publik Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di BEI. In Proceedings Progress Conference (Vol. 1, No. 1, pp. 670-680).
Ridwan, A. (2011). Perlakuan Akuntansi Aset Biologis PT Perkebunan Nusantara XIV Makassar (Persero). (Skripsi). Universitas Hasanuddin, Makassar.
Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuatitatif-Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Jakarta: Prenadamedia Group.
Suwardjono. (2006). Teori Akuntansi-Perekayasaan Pelaporan Keuangan-Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE.
Trina, I. (2017). Analisis Perlakuan Akuntansi dan Deplesi Aset Biologis Berdasarkan IAS 41 pada Perusahaan Peternakan (Studi Kasus pada CV Milkindo Berka Abadi Kepanjen). (Skripsi). Universitas Maulana Malik Ibrahim, Malang.
Yadiati, W. (2007). Teori Akuntansi:Suatu Pengantar. Jakarta: Prenadamedia Group.
Yurniwati, Amsal D., & Frida A. (2018). Effect of Biological Asset Intensity, Company Size, Ownership Concentration, and Type Firm Against Biological Asst Disclosure. The Indonesian Journal of Accounting Research, 21(1), 121-146.
Zulkifli, A. (2017). Dasar-dasar Ilmu Lingkungan. Jakarta: Salemba Teknika.
Published
2019-07-06